Rabu, 10 Juli 2013

Tajuk Rencana

Menyeimbangkan Aspek Pacaran dan belajar

Pacaran, sebuah kata-kata yang sudah sangat sering terdengar oleh telinga kita dan sudah tidak asing lagi bagi kita. Gaya hidup yang satu ini sudah sangat sering kita temui di masyarakat hingga lemabaga pendidikan formal. Apalagi di dunia remaja sekolahan tingkat SMA.
Lalu yang patut kita tinjau adalah efek gaya hidup ini terhadap pendidikan. Baikkah? Atau burukkah?
Kita sendiri telah mempraktekkannya sendiri, efek yang ditimbulkan tentu tidak lepas dari cara-cara kita melaksanakannya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi baik buruknya efek pacaran bagi pendidikan cukup banyak. Salah satunya yang terpenting adalah pengaturan porsi waktu untuk pacaran, menjalankan kewajiban sebagai pelajar dan melakukan kesenangan pribadi (hobby). Minimal porsi belajar dan pacaran seimbang agar kewajiban utama sebagai pelajar tidak terabaikan.

Yang kedua, usahakan agar pacaran dapat menjadi penyemangat kita untuk meningkatkan belajar kita, bila perlu untuk memacu kita untuk meraih prestasi. Jangan sampai pacaran mengurangi mood belajar, karena bagaimanapun kewajiban utama kita sebagai siswa adalah menuntut ilmu. Jangan sampai pendidikan kita pupus ditengah jalan hanya karena pacaran.
MENELAAH STUDI ISLAM KONTEMPORER


Judul Buku      : Studi Islam Kontemporer                
Pengarang       : M. Rikza Chamami, MSI
Tebal buku      : 227 halaman
Penerbit           : Pustaka Rizki Putra
Tahun              : 2012

Zaman globalisasi ini Studi Islam merupakan topik yang hangat untuk dibicarakan. Bahkan, ia akan terus tumbuh seiring dengan perkembangan zaman. Dari mulai zaman kejayaan yang hanya sebatas agama saja hingga kini Islam dapat bersanding dengan kemajuan teknologi maupun kondisi sosial yang dinamis. Dari kondisi Islam tersebut studi Islam dapat dipelajari dari berbagai sudut pandang yang beragam, baik historis, filosofis, normatif dan rasionalis.
M. Rikza Chamami melalui buku ini, memaparkan perjalanan singkat Islam sebagai sumber ilmu yang tidak akan pernah berakhir. Secara ringkas, sejarah keislaman dapat dilihat dari keempat perspektif di atas sebagai berikut:
Sisi historis, dapat di baca pada bab pertama yaitu tentang pasang surut kebangkitan dan keilmuan: potret disintegrasi Abbasiyah dan pada bab kelima yang menguak telaah sosio-kultural: Manhaj Ahlul Madinah, baik itu syariat umat sebelum Islam maupun perkembangan sejarah madzhab Madinah, serta pada bab kesepuluh dengan judul Reinterpretasi Profil Peradaban Islam yang dilengkapi dengan analisis tentang peradaban Islam dan tantangan global.
Sisi filosofis, buku ini membahas tentang kajian kritis dialektika fenomenologi dan Islam yang berada dalam bab kedua dan mengungkap beberapa tokoh filsafat seperti Karl Mark dan Friedrick Engels atas filsafat materialismenya dalam bab ketiga. Bukan hanya itu, kajian filosofisnya juga memaparkan tentang filsafat sekarang ini dalam bab keenam dengan judul Postmodernisme: Realitas filsafat kontemporer.
Sisi normatifnya, dapat ditemukan dalam bab keempat tentang skeptisisme otentitas hadis: kritik orientalis Ignaz Goldziher dan bab ketujuh yang memotret metode dan corak tafsir Al-Azhar serta dilengkapi dengan diskursus metode hermeneutika Al-Qur’an pada bab kedelapan.
Sisi rasionalisnya dapat dilihat pada bab kesembilan yang meneliti tentang Jawa dan tradisi Islam: Penafsiran historiografi Jawa Mark R Woodward.  

Secara global buku ini mengungkapkan perjalanan sejarah Islam yang lengkap dan menggunakan bahasa yang sesuai digunakan untuk rujukan mahasiswa dalam mempelajari sejarah peradaban Islam. Selain itu, pembahasan sejarah dalam buku ini memasukkan tokoh-tokoh barat yang menunjukkan bahwa Islam itu agama yang universal. Namun, dalam penulisan sistematikanya tidak runtut antara satu tema dengan tema yang lain sehingga menuntut pembaca untuk lebih konsentrasi dalam memahami buku studi islam kontemporer ini.

Makalah

KOLOM DAN TAJUK RENCANA

MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah:  Pendidikan Jurnalistik
Dosen Pengampu: M. Rikza Chamami, M.Si





Disusun oleh:

Mahfudz Sazali                       (103111122)
Mualifin                                  (103111126)
M. Kholid Mawardi                (103111127)

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2012
KOLOM DAN TAJUK RENCANA

I.            PENDAHULUAN
Pesatnya kemajuan media informasi dewasa ini cukup memberikan kemajuan yang signifikan. Media cetak maupun elektronik pun saling bersaing kecepatan sehingga tidak ayal bila si pemburu berita dituntut kreativitasnya dalam penyampaian informasi. Penguasaan dasar-dasar pengetahuan jurnalistik merupakan modal yang amat penting manakala kita terjun di dunia ini. Keberadaan media tidak lagi sebatas penyampai informasi yang aktual kepada masyarakat, tapi media juga mempunyai tanggung jawab yang berat dalam menampilkan fakta-fakta untuk selalu bertindak objektif dalam setiap pemberitaannya.

Senin, 13 Mei 2013


Rikza, Si Engkrak



Muhammad Rikza, itulah nama yang awalnya di berikan kepadanya. Namun dengan berjalannya waktu, ia lebih di kenal dengan Muhammad Rikza Chamami. Rikza adalah sapaan akrabnya, sekarang merupakan Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. Selain sebagai Dosen, juga menjabat sebagai Sekretaris Laboratorium Pendidikan Fakultas Tarbiyah. Siapa sangka dosen yang terkenal dengan karya-karya jurnalistiknya ini, mempunyai latarbelakang yang unik.

Senin, 22 April 2013


PRAMUKA DALAM KURIKULUM 2013


Semarang, (16/4) Banyak kontroversi tentang adanya kurikulum 2013. Salah satunya pramuka yang di masukkan dalam kurikulum tersebut. Pramuka yang notabene adalah ekstrakurikuler, nantinya akan di ikutkan dalam kurikulum 2013. Pramuka sebagai wadah anak muda untuk berkreasi memang tepat sekali. Sebagai salah anggota Pramuka Racana IAIN Walisongo, Hadi Prasetyo sangat setuju jika pramuka dimasukan dalam kurikulum sekolah. Menurutnya, pramuka sebagai salah satu pendidikan yang membentuk karakter seseorang.

"Pramuka itu mengajarkan banyak hal yang tidak diajarkan di dalam kelas, entah itu dari kebersamaan, sosial maupun kedisiplinan," tutur hadi prasetyo.

Dari segi ekonomi pun berdampak baik untuk seorang pembina pramuka, ini dikarenakan dana yang di anggarkan untuk pramuka pun semakin banyak. Namun bagaimana dengan siswanya sendiri?, untuk sekarang ini pramuka cendreung monoton bahkan tidak disukai oleh siswa-siswa sekolah. Mereka lebih suka nongkrong bersama teman-teman daripada nongkrong.

"Untuk itu, Perlu dikembangkan image bahwa pramuka merupakan kegiatan yang menarik bagi generasi muda. Hal ini perlu dicermati, kecenderungan banyak siswa yang kurang tertarik, dimana disebabkan kegiatan cenderung monoton, kurang berkembang. Dalam hal ini perlu ditilik kembali ketentuan atau peraturan yang berlaku mengenai pramuka. Agar lebih menarik generasi muda, perlu dikembangkan kegiatan yang sesuai dengan tantangan jaman, misal mata kegiatan yang berkaitan dengan teknologi informasi, pengenalan bahasa asing dalam kegiatan", tambah Hadi. (Mawardi)

Selasa, 01 Mei 2012

karakteristik media dua dimensi

-->
MEDIA DUA DIMENSI