MEDIA DUA DIMENSI
Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Media Pembelajaran
Dosen Pengampu : DR. Fatah Syukur, M.Ag

Disusun Oleh :
Muhammad Kholid Mawardi (103111127)
PAI 4 C
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
WALISONGO
2012
I.
PENDAHULUAN
Karakteristik siswa, dapat
meningkatkan minat dan kemampuan siswa, memilih waktu yang tepat, ketersediaan
bahan dalam pembuatan media dan mempunyai mutu tehnis yang baik. Media
pembelajaran memilki banyak jenis dan masing-masing memiliki karakteristik.. Media
pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan
pesan atau isi pembelajaran, dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan
kemampuan siswa sehingga dapat mendorong proses pembelajaran.
Media mempunyai fungsi yang sangat
besar dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu media itu adalah media dua
dimensi, karena media dua dimensi sebagai perantara penyampai atau menyebarkan
ide, gagasan, ataupun pendapat dalam belajar sehingga yang dikemukakan tersebut
sampai pada penerima yang dituju. Sehingga dalam makalah ini akan di perjelas
lagi tentang media pembelajaran berupa media dua dimensi.
II.
RUMUSAN
MASALAH
A.
Apa
pengertian media dua dimensi?
B.
Apa saja Jenis-jenis Media Dua Dimensi?
C.
Bagaimana Karakteristik Media Dua Dimensi?
D.
Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Media Dua Diamensi?
III.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
media dua dimensi
Kata “media” berasal dari bahasa
Latin “medius”, yang secara harfiah berarti “perantara atau pengantar”. Dengan
demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan.[1]
Sementara Media dua dimensi sendiri adalah
sebutan umum untuk alat peraga yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar
yang berada pada satu bidang datar. Media pembelajaran dua dimensi meliputi
grafis, media bentuk papan, dan media cetak yang penampilan isinya tergolong
dua dimensi.
B.
Jenis-jenis
media 2 dimensi
Media pembelajaran dua dimensi
meliputi grafis, media bentuk papan, dan media cetak yang penampilan isinya
tergolong dua dimensi.
1.
Media
grafis
Media grafis adalah media visual
yang menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat,
angka- angka, dan simbol/gambar. Grafis biasanya digunakan untuk menarik
perhatian, memperjelas sajian ide, dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga
menarik dan diingat orang. Selain sederhana dan mudah pembuatannya media grafis
termasuk media relatif murah ditinjau dari segi biayanya.[2]
Yang termasuk media grafis antara lain :
a.
Grafik
Sebagai suatu media visual, grafik adalah gambar sederhana yang
menggunakan titik-titik, garis atau gambar. Fungsinya adalah untuk
menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau
perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara
singkat dan jelas.[3]
b.
Diagram
Diagram yaitu gambaran yang sederhana yang dirancang untuk
memperlihatkan hubungan timbal balik yang biasanya disajikan melalui
garis-garis simbol. [4]
c.
Bagan
Seperti halnya media grafis yang lain, bagan termasuk media visual.
Bagan yaitu perpaduan sajian kata-kata, garis, dan simbol yang merupakan
ringkasan suatu proses, perkembangan, atau hubungan-hubungan penting. Bagan Ada
beberapa macam antara lain; bagan pohon (tree chart), bagan arus (flow chart) ,
bagan garis waktu (time line chart) dan Stream chart.[5]
d.
Sketsa
Sketsa yaitu gambar yang sederhana atau draft kasar yang
melukiskan bagian-bagian pokok dari suatu bentuk gambar.
e.
Poster
Poster yaitu sajian kombinasi visual yang jelas, menyolok,
dan menarik dengan maksud untuk menarik perhatian orang yang lewat.
f.
Peta
Pada dasarnya peta berfungsi untuk menyajikan data-data lokasi.[6]
2.
Media
bentuk papan.
Media bentuk papan yang diringkas di sini terdiri dari papan tulis,
papan tempel, papan flanel, dan papan magnet.
a.
Papan
Tulis
Fungsi papan tulis adalah untuk
menuliskan pokok-pokok keterangan guru dan menuliskan rangkuman pelajaran dalam
bentuk ilustrasi, bagan, atau gambar.
Keuntungan mengunakan papan tulis
adalah: dapat digunakan di segala jenis tingkatan lembaga, mudah mengawasi keaktifan
kelas, ekonomis, dapat dibalik.
Kekurangannya adalah: memungkinkan
sukarnya mengawasi aktivitas murid, berdebu, kurang menguntungkan bagi guru
yang tulisannya jelek.
b.
Papan
tempel
Papan tempel adalah sebilah papan
yang fungsinya sebagai tempat untuk menempelkan pesan dan suatu tempat untuk
menyelenggarakan suatu display yang merupakan bagian aktivitas penting suatu
sekolah.
Keuntungan menggunakan papan tempel
adalah: dapat menarik perhatian, memperluas pengertian anak, mendorong
kreativitas, menghemat waktu, membangkitkan rasa keindahan, dan memupuk rasa
tanggung jawab.
Kelemahan-kelemahannya adalah: sulit
memantau apakah semua murid dapat memperhatikan, kemungkinan terjadi gangguan
kenakalan, membosankan jika terlalu lama dipasang.
Tugas guru berkaitan dengan papan
tempel adalah: membimbing daya cipta anak, menyarankan ide-ide, memberikan
petunjuk komposisi warna, memberikan penilaian. Tugas-tugas yang harus
dikerjakan oleh siswa adalah: mencari atau membuat bahan pelajaran, menentukan
komposisi warna, memelihara penggunaan dan keutuhanya.
c.
Papan
flanel
Papan flanel sering juga disebut
sebagai visual board, adalah suatu papan yang dilapisi kain flanel atau kain
yang berbulu di mana padanya diletakan potongan gambar-gambar atau
simbul-simbul lain. Gambar-gambar atau simbul-simbul tersebut biasanya disebut
item papan flanel. Kegunaan papan flanel adalah: dapat dipakai untuk jenis
pelajaran apa saja, dapat menerangkan perbandingan atau persamaan secara
sistematis, dapat memupuk siswa untuk belajar aktif.
Keuntungan papan flanel adalah:
dapat dibuat sendiri, item-item dapat diatur sendiri, dapat dipersiapkan
terlebih dahulu, item-item dapat digunakan berkali-kali, memungkinkan
penyesuaian dengan kebutuhan siswa, menghemat waktu dan tenaga.
Kelemahannya adalah: pada umumnya
terletak pada kurang persiapan dan kurang terampilnya para guru.
Karena penyajiannya seketika,
kecuali menarik perhatian siswa, penggunaan papan flanel dapat membuat sajian
lebih sfisien. [7]
d.
Papan
magnet
Papan magnet lebih dikenal sebagai white
board atau magnetic board adalah sebilah papan yang dibuat dari lapisan email
putih pada sebidang logam, sehingga pada permukaannya dapat ditempelkan
benda-benda yang ringan dengan interaksi magnet. Papan magnet memiliki fungsi
ganda, yaitu sebagai papan tulis dan sebagai papan tempel
Keistimewaannya adalah: alat
tulisnya khusus, tidak terkena debu, lebih mudah dipindah-pindahkan,
meningkatkan perhatian dan semangat belajar siswa karena tulisan yang lebih
terang. Dibandingkan dengan papan flanel, papan magnet memang lebih mahal.
Namun kelebihannya adalah: daya
rekat tempelan relatif lebih kuat sebagai akibat interaksi magnetik, simbol-simbol
dapat dipindah-pindahkan tanpa mengangkat, lebih bergengsi.
3.
Media
cetak.
Secara historis, istilah media cetak
muncul setelah ditemukannya alat pencetak oleh Johan Gutenberg pada tahun 1456.
Kemudian dalam bidang percetakan berkembanglah produk alat pencetak yang
semakin modern dan efektif penggunaannya. Jenis-jenis media cetak yang
disarikan di sini adalah: buku pelajaran, surat kabar dan majalah, ensiklopedi,
buku suplemen, dan pengajaran berprogram.
- Buku pelajaran
Buku pelajaran sering disebut buku
teks adalah suatu penyajian dalam bentuk bahan cetakan secara logis dan
sistematis tentang suatu cabang ilmu pengetahuan atau bidang studi tertentu.
Manfaat buku pelajaran adalah:
sebagai alat pelajaran individual, sebagai pedoman guru dalam mengajar, sebagai
alat mendorong murid memilih teknik belajar yang sesuai, sebagai alat untuk
meningkatkan kecakapan guru dalam mengorganisasi bahan pelajaran.
Keuntungan penggunaan buku pelajaran
adalah: ekonomis, komprehensif dan sistematis, mengembangkan sikap mandiri
dalam belajar.
Bukupelajaran hanya salah satu
sumber pelajaran yang perlu diperlengkap dengan sumber lain seperti
perpustakaan, observasi lingkungan dan lain-lain. Karena ilmu terus berkembang
guru harus mencari bahan baru untuk hal-hal yang telah usang dan gtak berlaku
lagi.[8]
- Surat kabar dan majalah
Surat kabar dan majalah adalah media
komunikasi masa dalam bentuk cetak yang tidak perlu diragukan lagi peranan dan
pengaruhnya terhadap masyarakat pembaca pada umumnya. Ditinjau dari segi
isinya, surat kabar atau majalah dapat dibedakan menjadi surat kabar dan
majalah umum dan surat kabar dan majalah sekolah.
Fungsi surat kabar dan majalah
adalah: mengandung bahan bacaan hangat dan aktual, memuat data terakhir tentang
hal yang menarik perhatian, sebagai sarana belajar menulis artikel, memuat
bahan kliping yang dapat digunakan sebagai bahan display untuk papan tempel, memperkaya
perbendaharaan pengetahuan, meningkatkan kemampuan membaca kritis dan
keterampilan berdiskusi. Langkah-langkah yang harus diambil guru agar surat
kabar dan majalah berfungsi dengan baik adalah: membangkitkan motivasi membaca,
memberi tugas-tugas yang kontekstual, tampilkan kliping-kliping siswa yang
bagus agar menarik minat siswa yang lain, mengadakan diskusi dengan topik
berkaitan dengan isi surat kabar dan majalah, memberikan penghargaan yang wajar
atas karya para siswa.
- Ensiklopedi
Ensiklopedi atau kamus besar yang
memuat berbagai peristilahan ilmu pengetahuan terbaru akan menjadi sumber
belajar yang cukup penting bagi siswa. Ensiklopedi merupakan sumber bacaan
penunjang. Tugas guru adalah memberikan motivasi dan petunjuk yang tepat kepada
siswa agar para siwa menggunakan ensiklopedi sebagai bacaan penunjang
pelajaran.
- Buku suplemen
Buku suplemen dapat berfungsi
sebagai bahan pengayaan bagi anak, baik yang berhubungan dengan pelajaran
maupun yang tidak. Buku suplemen dapat menambah bekal kepada anak untuk
memantapkan aspek-aspek kepribadiannya. Yang termasuk buku suplemen adalah
karya fiksi dan non fiksi. Keberadaan buku suplemen dapat memberikan peluang
kepada anak untuk memenuhi minat-minat individual mereka. Melalui buku suplemen
dalam format-farmat yang lebih kecil dan menarik anak-anak akan menambah
perbendaharaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap-sikap baru yang cukup
menunjang kemantapan kepribadiannya. Misalnya, menambah rasa percaya diri
sendiri, bagaimana menjadi pribadi yang menarik, atau belajar karate tanpa
guru.
- Pengajaran berprogram
Pengajaran berprogram adalah salah
satu sistem penyampaian pengajaran dengan media cetak yang memungkinkan siswa
belajar secara individual sesuai dengan kemampuan dan kesempatan belajarnya
serta memperoleh hasil sesuai dengan kemampuannya juga. Menurut jenisnya,
pengajaran berprogram dibedakan atas dua, yaitu program linier dan program
bercabang. Dalam program linier, kegiatan dibagi menurut langkah-langkah, dan
pada setiap halaman terdiri dari beberapa langkah. Pada setiap langkah ada
bagian yang harus diisi oleh siswa sebagai tes. Penjelasan dan pertanyaan yang
terdapat pada setiap langkah dibuat sedemikian rupa sehingga memberi peluang
kepada siswa untuk menjawab secara benar. Di akhir program diadakan tes untuk
menilai keberhasilan pencapaian tujuan program. Program bercabang juga
dibagi-bagi menjadi langkah-langkah tertentu, tetapi tiap halaman hanya
mengandung satu langkah baik penjelasan maupun pertanyaan. Pada bagian bawah
halaman diberikan satu pertanyaan yang telah disediakan kemungkinan jawaban.
Bila siswa memilih kemungkinan jawaban benar, ia tunjukkan untuk membuka
halaman tertentu yang berisi kata-kata pujian bahwa jawabannya tepat dan
memberi peluang melanjutkan ke langkah berikutnya. Tetapi jika jawaban masih
kurang tepat, ia harus kembali ke halaman pertama. Sama halnya dengan program
linier, pada akhir program bercabang juga diberikan tes.
- Komik
Komik adalah suatu bentuk sajian
cerita dengan seri gambar yang lucu. Buku komik menyediakan cerita-cerita yang
sederhana, mudah ditangkap dan dipahami isinya, sehingga sangat digemari baik
oleh anak-anak maupun orang dewasa. Menurut fungsinya, komik dibedakan atas
komik komersial dan komik pendidikan. Komik komersial jauh lebih diperlukan di
pasaran, karena: bersifat personal, menyediakan humor yang kasar, dikemas
dengan bahasa percakapan dan bahasa pasaran, memiliki kesederhanaan jiwa dan
moral, dan adanya kecenderungan manusiawi universal terhadap pemujaan pahlawan.
Sedangkan komik pendidikan cerderung menyediakan isi yang bersifat informatif.
Komik pendidikan banyak diterbitkan oleh industri, dinas kesehatan, dan
lembaga-lembaga non profit.
C.
Karakteristik media dua dimensi
Media dua dimensi merupakan salah satu pengelompokan media yang dilihat dari
segi bentuknya. Dengan demikian media dua dimensi memiliki karakteristik atau
ciri-ciri yang khas bila dilihat dari segi bentuknya.
Media dua dimensi juga memiliki ciri-ciri khusus yang mana ciri-cirinya
ini hanya dimiliki oleh media dua dimensi saja. Untuk lebih jelasnya berikut
adalah karakteristik atau ciri-ciri khas media dua dimensi.
Secara umum media dua dimensi memiliki ciri-ciri dimana media ini
termasuk kedalam media visual yaitu media yang
hanya mengandalkan indra penglihatan. Media dua dimensi yang pertama adalah
media grafis. Sebagaimana halnya media
yang lain media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke
penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indra penglihatan. Pesan yang
akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual.
Simbol-simbol tersebut perlu dipahami betul artinya agar penyampaian
pesan dapat berhasil dan efisien. Selain fungsi umum tersebut, secara khusus
grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide,
mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau
diabaikan bila tidak digrafiskan.
Selain sederhana dan mudah pembuatannya media grafis termasuk media yang
relatif murah ditinjau dari segi biayanya.[9]
Media dua dimensi yang kedua adalah media bentuk papan. Media ini pada umumnya digunakan untuk menyampaikan
pesan atau informasi di depan kelompok kecil. Media papan disini meliputi papan
tulis, papan flanel, papan buletin, dan papan magnet. Media papan yang paling
sederhana dan hampir selalu tersedia adalah papan tulis.[10]
Media dua dimensi yang ketiga adalah media cetak. Media cetak
merupakan media yang relatif murah dan banyak jumlahnya serta tersebar pada
seluruh wilayah menjadi dambaan semua orang. Fungsinya tidak kalah dengan
radio dan televisi. Bahkan untuk
kalangan tertentu, bahan bacaan (buku, jurnal, majalah, koran, manual
instruction, brosur dan lain-lain) lebih menguntungkan, karena dapat dibaca
ulang dan dijadikan bahan acuan ilmiah.
D.
Kelebihan
dan kekurangan media dua dimensi
a.
Media
grafis
Kelebihan
Media Grafis :
1)
Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan
yang disajikan.
2)
Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik
perhatian siswa.
3)
Pembuatannya mudah dan harganya murah.
Kelemahan
Media Grafis :
1)
Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk
grafis yang lebih kompleks.
2)
Penyajian pesan hanya berupa unsur visual.
b.
Media
papan
Kelebihan:
1)
Bermanfaaat di ruang manapun tanpa harus adanya penyesuaian khusus.
2)
Pemakai dapat secara fleksibel membuat perubahan-perubahan sementara
penyajian berlangsung.
3)
Mudah dipersiapkan dan materinya mudah digunakan.
4)
Fasilitas papan tulis atau white board selalu tersedia di ruang-ruang
kelas.
Kekurangan:
1)
Terbatas penggunaannya pada kelompok kecil.
2)
Memerlukan keahlian khusus dari penyajinya (apalagi bila memerlukan
penjelasan verbal).
3)
Mungkin tidak dianggap penting jika dibandingkan dengan media-media yang
diproyeksikan.
4)
Pada saat menulis di papan, guru membelakangi siswa, dan jika ini berlangsung
lama tentu akan mengganggu suasana dan pengolaan kelas.[11]
c.
Media
cetak
Kelebihan media
cetak :
1)
Siswa
dapat berhenti sewaktu – waktu untuk melihat sumber lain.
2)
Siswa
dapat belanjar sesuai dengan kecepatan masing-masing.
3)
Media
ini biasanya mudah dibawa.
4)
Instruktur
dan siswa dapat dengan mudah mengulangi materi pelajaran.
Kekurangan
media cetak :
1)
Mencetak gambar atau foto berwarna
biasanya memerlukan biaya yang mahal.
2)
Sukar menampilkan gerak dihalaman
media cetak.
3)
Bahan cetak yang tebal mungkin dapat
membosankan dan mematikan minat siswa untuk membacanya.
IV.
Analisis
Media termasuk unsur yang penting dalam pembelajaran. Dalam kajian
kali ini membahas tetntang media yang berupa dua dimensi. Media dua dimensi
adalah yang hanya bisa dilihat dari dua arah. Berbagai jenis media dua dimensi
diantaranya : media grafis, media papan dan media cetak.
1.
Media
grafis
Media grafis termasuk media dua dimensi sehingga hanya dapat dilihat dari bagian depannya saja dan termasuk media visual diam sehingga hanya dapat
diterima melalui indra mata. Fungsi umum media grafis adalah untuk
menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Unsur-unsur media grafis sering disebut
sebagai unsur-unsur visual, terdiri dari: titik, garis, bidang, bentuk, ruang,
warna, dan tekstur. media grafis juga harus mempertimbangkan dalam
pembuatannya berorientasi pengalaman agar dapat menyenangkan orang yang
melihat, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima. Pada waktu pembuatan
media grafis, perlu memperhatikan faktor-faktor yang mengkombinasikan
unsur-unsur disainnya, yaitu: keseimbangan, kesinambungan, aksentuasi, dominasi
dan keseragaman. Dengan faktor-
faktor itu digunakan agar tidak ada unsur bosan atau kejenuhan yang dialami.
2.
Media
papan
Media papan merupakan media yang sudah lama di gunakan dalam
pembelajaran. Media papan ini identik dengan yang namanya media papan tulis.
Media ini sangat populer digunakan oleh sekolah yang tradisional maupun modern
yang modern karena dapat di kombinasikan dengan alat pengajaran lainnya.
Namun di zaman modern ini media ini
mulai tergusur karena adanya proyektor.
3.
Media
cetak
Dalam pembelajaran tidak lepas dari adanya media cetak. Meskipun
mulai adanya media elektronik atau teknologi elektronik elektronik namun tetap
tidak dapat terlepas dari media cetak. Sehinnga nantinya media cetak dan
elektronik akan membagi peranannya masing-masing.
V.
Kesimpulan
Media dua dimensi sendiri adalah sebutan umum untuk alat peraga
yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar yang berada pada satu bidang
datar. Media pembelajaran dua dimensi meliputi grafis, media bentuk papan, dan
media cetak yang penampilan isinya tergolong dua dimensi.
Yang termasuk media grafis diantaranya: Grafik, diagram, batang,
sketsa, poster, peta dan globe. Yang termasuk media papan diantaranya: Papan
Tulis, Papan
tempel, Papan
flanel dan
papan magnet. Dan yang ketiga yaitu media cetak, diantaranya: Buku pelajaran, Surat kabar dan majalah, Ensiklopedi, Buku
suplemen, Pengajaran berprogram dan Komik.
VI.
Penutup
Media merupakan suatu
perantara (alat) untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaan media yang
tepat dapat menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran. Media dua dimensi
mempunyai kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu guru harus dapat memilih
media yang sesuai dengan bahan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat
dicapai dengan baik dan lancar.
DAFTAR
PUSTAKA
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada. 2003.
H
Anderson, Ronald. Pemilihan dan Pengembangan Media untuk Media Pembelajaran.
Jakarta: CV. Rajawali. terj. Yusufhadi Miarso. 1987.
Nasution. Teknologi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
1999.
Sadiman, Arif. Media Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada. 1996.
[1] Azhar Arsyad, Media
Pembelajaran, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), hlm. 3
[4]
Nana sudjana, Media
Pengajaran, (Bandung: Cv Sinar Baru, 1991), hlm. 33
[8] Nasution, Teknologi
Pendidikan, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 1999), hlm. 103
[9]
Arif S.
Sadiman, op. Cit., (Jakarta: Rajawali, 1986), Cet. 1, hlm. 29
[10]
Azhar Arsyad, op.
Cit., hlm. 40.
[11]
Azhar Arsyad, op.
Cit., hlm. 42
[12]
Ronald H
Anderson, op. Cit., hlm, 170-173
Tidak ada komentar:
Posting Komentar